Peluang investasi properti di Bali untuk investor asing pada 2026

temukan peluang investasi properti menarik di bali untuk investor asing pada tahun 2026. manfaatkan potensi pasar yang berkembang dan raih keuntungan optimal di destinasi wisata populer ini.

Pada titik tertentu, Bali berhenti sekadar menjadi latar liburan dan berubah menjadi medan serius bagi pasar properti Asia Tenggara. Menjelang tahun 2026, arus wisatawan yang kembali stabil, komunitas pekerja jarak jauh yang makin mapan, serta percepatan infrastruktur membuat diskusi tentang investasi properti di Pulau Dewata terdengar semakin “ekonomis”, bukan sekadar gaya hidup. Investor dari berbagai negara datang dengan pertanyaan yang sama: apa saja peluang investasi properti Bali, bagaimana menghitung return investasi secara realistis, dan apa risiko yang kerap luput dari perhatian?

Di balik foto pantai dan vila tropis, keputusan investasi kini lebih ditentukan oleh legalitas, tata ruang, dan kualitas pengelolaan. Pertumbuhan sektor pariwisata yang menyejahterakan sekaligus memadatkan kawasan tertentu menimbulkan kebutuhan baru: properti yang nyaman untuk tinggal lama, efisien energi, dan mudah dikelola dari jarak jauh. Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai menata ulang ekosistem bisnis agar UMKM lokal tetap terlindungi, sehingga strategi investor asing perlu semakin rapi—mulai dari struktur kepemilikan hingga pemilihan zona. Dari sinilah pembahasan yang lebih bernuansa menjadi penting: bukan “apakah Bali menarik”, melainkan “di mana, dengan skema apa, dan dengan standar apa” investasi sebaiknya dilakukan.

Peluang investasi properti Bali pada tahun 2026: mesin permintaan baru di tengah pertumbuhan ekonomi

Bali memasuki fase yang unik: pariwisata pulih, tetapi perilaku pelancong berubah. Banyak orang datang bukan untuk tiga hari, melainkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Perubahan pola tinggal ini menyalakan permintaan terhadap vila dan hunian berfasilitas kerja, dapur memadai, serta ruang yang nyaman untuk keluarga kecil. Dalam konteks pariwisata Bali, ini menciptakan pasar sewa yang berbeda dari era ketika hotel menjadi pilihan utama.

Di level makro, pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 tercatat sekitar 5,95%, menandakan pemulihan yang tidak hanya ditopang tiket pesawat dan kamar hotel, tetapi juga ekonomi kreatif, F&B, serta layanan berbasis pengalaman. Bagi pasar properti, angka ini biasanya sejalan dengan meningkatnya daya serap ruang komersial skala menengah, perbaikan akses pendanaan, dan naiknya minat hunian jangka panjang. Namun yang lebih penting, pertumbuhan tersebut memengaruhi psikologi pasar: investor cenderung lebih berani mengambil posisi ketika prospek pendapatan sewa terlihat stabil.

Okupansi stabil dan “mesin sewa” yang makin profesional

Di sejumlah kantong populer, rata-rata hunian sewa harian sering bergerak pada kisaran 60%–70% ketika properti dikelola dengan standar yang tepat. Angka ini bukan jaminan untuk semua lokasi, tetapi cukup menggambarkan mengapa banyak pemilik memandang properti sebagai instrumen pendapatan, bukan sekadar aset parkir. Platform sewa jangka pendek memang membantu visibilitas, tetapi yang menentukan hasil akhirnya adalah kualitas operasional: kebersihan, respons cepat, perawatan kolam, hingga foto dan deskripsi yang akurat.

Bayangkan kasus hipotetis: seorang investor asing membeli unit vila dua kamar di area yang sudah memiliki permintaan stabil. Pada bulan-bulan awal, okupansi tidak otomatis tinggi karena ulasan masih kosong. Ketika ia menggandeng manajemen properti yang menerapkan SOP check-in, inspeksi berkala, dan strategi harga musiman, kurva pemesanan biasanya membaik. Di sinilah “profesionalisasi” berperan—dan menjadi alasan mengapa return investasi bukan hanya soal lokasi, melainkan juga disiplin operasional.

Ekosistem digital nomad sebagai penyerap sewa jangka menengah

Komunitas pekerja jarak jauh internasional di Bali menciptakan ceruk yang menarik: sewa 1–6 bulan dengan kebutuhan berbeda dari wisatawan biasa. Mereka mencari internet stabil, area kerja ergonomis, dan lingkungan yang tidak terlalu bising. Pola ini menguntungkan pemilik karena mengurangi frekuensi pergantian tamu, menekan biaya operasional tertentu, dan membuat arus kas lebih mudah diprediksi.

Permintaan semacam ini juga mengubah standar desain. Furnitur yang “instagrammable” saja tidak cukup; penyewa jangka menengah menilai kualitas kasur, sirkulasi udara, dan biaya listrik. Pada akhirnya, investor yang memahami profil penyewa akan lebih mudah menyesuaikan spesifikasi, sehingga asetnya tetap relevan dalam pasar properti Bali yang cepat berubah.

jelajahi peluang investasi properti di bali untuk investor asing pada tahun 2026 dengan panduan lengkap dan strategi menguntungkan.

Kerangka legalitas properti untuk investor asing: memahami freehold, leasehold, dan kepatuhan lokal

Pembahasan paling menentukan bagi investor asing hampir selalu bermuara pada legalitas properti. Daya tarik Bali boleh tinggi, tetapi kesalahan memahami status lahan dapat mengubah investasi menjadi sumber sengketa. Sistem agraria Indonesia membedakan beberapa hak atas tanah, dan untuk konteks investasi, dua istilah paling sering muncul adalah freehold dan leasehold.

Freehold (Hak Milik) vs Leasehold (Hak Sewa/Hak Pakai)

Hak Milik pada praktiknya diperuntukkan bagi WNI, dengan karakter kepemilikan penuh. Karena aksesnya terbatas, investor asing umumnya menggunakan skema leasehold melalui perjanjian sewa jangka panjang atau hak pakai sesuai ketentuan yang berlaku. Di lapangan, durasi yang lazim ditemui berada pada rentang 25–30 tahun dengan opsi perpanjangan, tergantung kesepakatan dan struktur yang digunakan.

Leasehold sering dianggap lebih cepat mencapai target return investasi karena harga masuknya lebih rendah dibanding skema kepemilikan penuh. Namun, hitungan yang matang perlu memasukkan faktor sisa masa sewa, klausul perpanjangan, serta siapa yang memegang kontrol atas keputusan renovasi besar. Pertanyaan praktis yang perlu diajukan sejak awal: “Jika saya ingin memperpanjang, bagaimana mekanismenya dan pada harga apa?”

Izin dan dokumen operasional: dari NIB hingga PBG

Untuk properti yang akan disewakan, aspek perizinan menjadi pembeda antara aset yang bisa beroperasi dengan tenang dan aset yang rawan hambatan. Investor biasanya akan berhadapan dengan dokumen seperti NIB sebagai identitas berusaha dan PBG (pengganti IMB) terkait persetujuan bangunan. Bila properti ditujukan sebagai akomodasi, klasifikasi perizinan yang sesuai (misalnya ranah “pondok wisata” dalam konteks tertentu) perlu diperiksa secara hati-hati.

Contoh sederhana: dua vila terlihat sama dari luar, tetapi satu memiliki PBG dan klasifikasi penggunaan yang selaras dengan aktivitas sewa, sementara yang lain berdiri di atas status lahan atau tata ruang yang tidak mendukung. Perbedaan ini memengaruhi kemampuan pemasaran, kerja sama dengan operator, hingga ketenangan saat audit atau penertiban. Dalam investasi properti, dokumen yang rapi sering kali menjadi “diskon risiko” yang nilainya tidak kecil.

Penataan kebijakan: pembatasan investasi asing berisiko rendah dan implikasinya

Pada awal 2026, wacana penataan investasi menyorot pembatasan keterlibatan modal asing pada sektor usaha mikro berisiko rendah untuk menjaga ruang bagi pelaku lokal. Arah kebijakan seperti ini penting dibaca oleh investor properti, karena ia mengirim sinyal: Bali ingin mendorong investasi yang bernilai tambah lebih tinggi, tertib, dan berkelanjutan.

Dalam praktiknya, dampaknya bisa berupa ekspektasi kepatuhan yang makin ketat dan kebutuhan dokumentasi yang makin jelas. Bukan berarti peluang mengecil; justru pasar properti yang lebih tertata sering menghasilkan stabilitas jangka panjang. Investor yang disiplin melakukan due diligence, menggunakan konsultan hukum yang kredibel, dan mematuhi aturan tata ruang akan berada di posisi yang lebih aman. Insight akhirnya: di Bali, legalitas bukan formalitas—ia adalah bagian dari strategi pengembalian.

Untuk melihat dinamika diskusi global tentang properti dan regulasi di Bali, banyak investor mengikuti pembahasan pakar melalui video analisis pasar dan kebijakan.

Return investasi villa dan strategi menghitung ROI: dari rental yield sampai payback period

Perbincangan soal return investasi di Bali sering terdengar menggoda karena ada contoh vila yang cepat balik modal. Namun pendekatan profesional menuntut angka yang lebih realistis: membedakan pendapatan kotor dan bersih, memahami musiman, serta menghitung biaya yang sering tersembunyi. Secara historis, vila yang dikelola baik dapat mencatat rental yield sekitar 12%–15% per tahun, dengan payback period kira-kira 5–7 tahun. Hasil nyata tetap bergantung pada lokasi, kualitas bangunan, dan disiplin manajemen.

Komponen perhitungan yang sering diabaikan investor pemula

Kesalahan umum adalah hanya mengalikan tarif per malam dengan perkiraan okupansi, lalu menganggap itulah pendapatan bersih. Pada kenyataannya, ada biaya platform, komisi manajemen, utilitas, perbaikan berkala, pajak yang relevan, asuransi, dan cadangan renovasi. Bahkan hal kecil seperti penggantian linen dan perawatan taman dapat menggerus margin bila tidak dimasukkan sejak awal.

Untuk menjaga ketepatan, banyak investor membuat dua skenario: konservatif dan optimistis. Skenario konservatif mengasumsikan okupansi lebih rendah dan biaya perawatan lebih tinggi, sedangkan skenario optimistis mengasumsikan ulasan bagus dan musim ramai yang kuat. Bila investasi tetap masuk akal pada skenario konservatif, biasanya itulah tanda bahwa struktur pendapatan-biaya cukup sehat.

Studi kasus hipotetis: “Alya” dan vila dua kamar di area berkembang

Alya (tokoh hipotetis) adalah investor asing yang mempertimbangkan leasehold vila dua kamar di area yang sedang naik daun. Ia menargetkan penyewa kombinasi: turis mingguan saat musim ramai dan digital nomad pada low season. Alih-alih memaksimalkan tarif setinggi mungkin, ia memilih strategi “harga wajar, ulasan tinggi”, karena ia sadar peringkat dan reputasi menentukan okupansi jangka panjang.

Dalam enam bulan pertama, ia mengalokasikan dana cadangan untuk perbaikan kecil—mulai dari peredam suara di kamar kerja hingga penguatan Wi-Fi. Hasilnya, durasi tinggal rata-rata meningkat dan biaya pergantian tamu turun. Pelajaran dari kasus ini bukan bahwa semua orang akan meraih angka sama, melainkan bahwa ROI sering dibentuk oleh keputusan operasional yang tampak sepele.

Daftar pemeriksaan untuk menjaga cash flow tetap sehat

Berikut daftar yang lazim dipakai pemilik untuk menjaga performa aset tanpa terjebak over-optimisme:

  • Audit biaya rutin: cek utilitas, langganan internet, dan kontrak layanan setiap 6 bulan agar biaya tidak “bocor” diam-diam.
  • Cadangan perawatan: sisihkan dana untuk perbaikan kolam, AC, dan finishing kayu yang di iklim lembap lebih cepat aus.
  • Strategi musiman: siapkan variasi paket harga untuk high season, shoulder season, dan low season agar okupansi tidak jatuh drastis.
  • Standar layanan: tentukan SLA respons pesan tamu dan inspeksi kebersihan; ulasan buruk biasanya lebih mahal daripada diskon harga.
  • Pelaporan transparan: minta laporan bulanan dari manajemen berisi pendapatan, biaya, dan rencana perbaikan, bukan angka ringkas saja.

Jika bagian hitungan sudah matang, pertanyaan berikutnya menjadi lebih strategis: lokasi mana yang paling kompatibel dengan profil penyewa dan horizon investasi Anda?

Hotspot pasar properti Bali: Canggu–Berawa–Umalas, Seminyak–Ubud, hingga Uluwatu–Seseh

Dalam pasar properti Bali, lokasi bukan sekadar koordinat; ia adalah gabungan akses, kepadatan, citra kawasan, dan pola permintaan. Pada 2026, beberapa zona tetap menonjol, tetapi karakter tiap area makin kontras. Investor yang berhasil biasanya bukan yang mengejar “nama besar” semata, melainkan yang cocok antara produk dan pasar.

Segitiga emas Canggu, Berawa, Umalas: cepat, padat, dan kompetitif

Canggu–Berawa–Umalas sering disebut sebagai kantong paling likuid untuk sewa jangka pendek. Trafik pejalan kaki tinggi, ekosistem kafe dan coworking matang, dan permintaan dari wisatawan muda serta pekerja jarak jauh cenderung konsisten. Konsekuensinya jelas: harga tanah relatif mahal, kompetisi ketat, dan standar tamu semakin tinggi.

Di area ini, diferensiasi menjadi penting. Vila dua kamar dengan desain bagus tetapi tanpa parkir memadai dapat kalah dari unit yang lebih sederhana namun aksesnya nyaman. Investor juga perlu memperhitungkan kepadatan lalu lintas sebagai faktor pengalaman tamu. Pada titik tertentu, “jarak 2 km” bisa berarti waktu tempuh yang tidak singkat pada jam sibuk, dan itu memengaruhi ulasan.

Seminyak dan Ubud: stabilitas nilai dan segmen yang lebih mapan

Seminyak dikenal sebagai pusat belanja dan kuliner yang lebih premium, sementara Ubud memiliki daya tarik budaya dan wellness. Keduanya cenderung memberi stabilitas nilai jual kembali, meski pola sewanya bisa berbeda. Di Ubud, misalnya, tamu sering mencari ketenangan, aktivitas yoga, dan kedekatan dengan alam. Desain yang menyatu dengan lanskap, pengolahan limbah yang baik, serta suasana yang tidak bising menjadi faktor yang dihargai.

Investor yang menargetkan segmen keluarga atau long-stay sering merasa lebih cocok di area yang infrastrukturnya mapan dan ritmenya tidak secepat Canggu. Ini bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang lebih selaras dengan strategi portofolio dan toleransi risiko Anda.

Uluwatu, Seseh, dan Cemagi: area berkembang dengan narasi baru

Uluwatu terus naik daun berkat lanskap tebing dan pemandangan laut, serta munculnya fasilitas gaya hidup yang mengangkat citra kawasan. Sementara Seseh dan Cemagi sering dipilih mereka yang menginginkan suasana lebih tenang, namun tetap dekat ke pusat aktivitas. Di area berkembang, potensi capital gain bisa lebih tinggi, tetapi risikonya juga lebih berlapis: ketidakpastian pembangunan sekitar, perubahan karakter lingkungan, dan kesiapan akses jalan.

Seorang investor asing yang masuk lebih awal di area berkembang biasanya perlu lebih sabar dan lebih teliti menilai rencana tata ruang. Apakah pemandangan akan tertutup? Apakah akses akan membaik atau justru macet? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini menentukan apakah peluang benar-benar menjadi aset, bukan sekadar harapan. Setelah lokasi dipetakan, tahap berikutnya adalah menutup celah risiko melalui due diligence yang disiplin.

Untuk memahami perubahan tren kawasan dan preferensi penyewa, banyak investor mempelajari data okupansi dan dinamika tarif melalui ulasan pasar dan diskusi praktisi.

Manajemen risiko dan langkah praktis memulai investasi properti di Bali: due diligence, keberlanjutan, dan tata kelola

Ketika orang membahas peluang investasi properti Bali, yang sering terlupakan adalah sisi “pekerjaan rumah”. Padahal, risiko terbesar biasanya bukan fluktuasi permintaan, melainkan dokumen yang tidak bersih, izin yang tidak sesuai, atau proyeksi biaya yang terlalu optimistis. Pada 2026, investor yang paling tenang bukan yang paling nekat, melainkan yang paling rapi.

Due diligence: memeriksa dari sertifikat sampai potensi sengketa

Langkah awal yang tidak bisa ditawar adalah pengecekan legal formal, termasuk verifikasi sertifikat dan status lahan melalui kanal resmi seperti BPN, serta penelusuran apakah ada catatan sengketa. Di Bali, kejelasan batas lahan dan akses jalan juga krusial. Kasus yang sering terjadi adalah properti indah tetapi aksesnya melewati jalur yang statusnya tidak kuat, memicu kerumitan ketika ada pengembangan baru di sekitar.

Due diligence juga mencakup pemeriksaan kesesuaian penggunaan: apakah zonasinya mendukung aktivitas sewa? Apakah bangunannya memiliki persetujuan yang selaras dengan kondisi aktual? Pertanyaan ini terdengar administratif, tetapi ia menentukan ketahanan aset menghadapi penataan regulasi.

Keberlanjutan lingkungan sebagai faktor nilai, bukan sekadar tren

Permintaan global bergerak ke arah hunian yang lebih bertanggung jawab. Di Bali, isu air, limbah, dan dampak pembangunan menjadi perhatian komunitas. Vila dengan sistem pengolahan limbah yang baik, pengurangan plastik sekali pakai, dan efisiensi energi cenderung lebih diterima, baik oleh penyewa maupun oleh lingkungan sekitar. Ini juga relevan bagi investor: properti yang berkelanjutan sering memiliki biaya operasional yang lebih terkendali dan risiko reputasi yang lebih rendah.

Contoh penerapan yang realistis: pengaturan ulang lanskap agar tidak boros air, pemilihan material yang tahan lembap, dan pemasangan perangkat hemat energi. Hal-hal ini tidak selalu mahal jika direncanakan sejak desain awal, dan dapat meningkatkan daya saing di pasar sewa yang makin selektif.

Langkah memulai yang terstruktur: dari riset lapangan sampai memilih pengelola

Proses masuk ke investasi properti Bali akan lebih aman jika dilakukan bertahap. Riset lapangan tetap penting karena foto tidak menunjukkan kebisingan, arus kendaraan, atau kualitas lingkungan malam hari. Banyak investor menjadwalkan kunjungan pada jam berbeda untuk membaca ritme kawasan. Apakah area tersebut nyaman untuk long-stay? Apakah ada pembangunan besar yang berpotensi mengganggu selama setahun ke depan?

Setelah tujuan investasi jelas—ditinggali, disewakan, atau land banking—barulah pencarian aset menjadi lebih fokus. Jika investor tidak berdomisili di Bali, pemilihan manajemen properti menjadi keputusan strategis, bukan administratif. Tim pengelola yang baik bukan hanya mengisi kalender, tetapi menjaga aset: inspeksi rutin, pengendalian biaya, dan penanganan tamu yang profesional. Insight penutupnya sederhana: di Bali, nilai investasi sering ditentukan oleh tata kelola sehari-hari, bukan hanya oleh momen pembelian.

Forma@2x.png

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
white-couple-experiencing-virtual-reality-with-vr-AJZC7DN.jpg
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium.
Doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.
  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
  • Tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua
  • Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco
  • Laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat
  • Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore
Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.

Louis Vuitton Ends Fashion Month With a Trip to the Future

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate.
minh-pham-7pCFUybP_P8-unsplash.jpg

This Norwegian Teen Is Fighting Her Government on Arctic Oil Drilling

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.
Picture of Bessie Simpson
Bessie Simpson

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

All Posts

Peluang investasi properti di Bali untuk investor asing pada 2026

temukan peluang investasi properti menarik di bali untuk investor asing pada tahun 2026. manfaatkan potensi pasar yang berkembang dan raih keuntungan optimal di destinasi wisata populer ini.
Forma@2x.png

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
white-couple-experiencing-virtual-reality-with-vr-AJZC7DN.jpg
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium.
Doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.
  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
  • Tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua
  • Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco
  • Laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat
  • Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore
Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.

Louis Vuitton Ends Fashion Month With a Trip to the Future

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate.
minh-pham-7pCFUybP_P8-unsplash.jpg

This Norwegian Teen Is Fighting Her Government on Arctic Oil Drilling

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.
Picture of Bessie Simpson
Bessie Simpson

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

All Posts